Skip to main content

Tips Bikin Postingan Viral

Published 2 min readMarkdown

Ikut kelas donasi, malah dapat tips bikin postingan viral.

Kemarin aku ikut kelasnya mas Esa Dwiyan tentang "Bagaimana cara meningkatkan donasi yang efektif melalui media sosial".

Tapi ilmu yang kudapatkan ternyata bisa diimplementasikan di semua jenis akun medsos, entah buat kamu yang lagi ngembangin bisnis, maupun personal branding.

Aku rangkum beberapa disini ya

Agar postingan kamu di notice banyak orang, ada suatu struktur postingan yang bisa kamu ikuti :

𝟭. 𝗛𝗼𝗼𝗸
Hook adalah judul atau kalimat pertama dari suatu postingan yang bikin orang pingin baca isi postinganmu.

Kamu bisa menggunakan pertanyaan, atau judul yang clickbait dan bikin penasaran.

𝟮. 𝗠𝗲𝘀𝘀𝗮𝗴𝗲
Message adalah isi konten yang ingin kamu sampaikan. Kalau di Indonesia, model storytelling adalah yang paling banyak diminati.

𝟯. 𝗖𝗧𝗔
Atau Call to Action. Jadi, postingan kamu sebaiknya diakhiri dengan sesuatu yang bikin para pembaca engage.

Entah itu dengan pertanyaan (biar orang mau komen), atau dengan link, atau bisa juga sekedar "Jangan lupa Save and Follow".

Terus, kalau udah tau strukturnya, apakah kita bisa menulis apa saja?

Tentu, kita bisa menulis apapun yang ingin kita sampaikan, tapi ada ciri-ciri postingan yang kemungkinan besar bakalan rame.

Ciri-cirinya adalah :

𝟭. 𝗥𝗲𝗹𝗲𝘃𝗮𝗻𝘀𝗶
Postingan yang relevan dengan kondisi banyak orang, akan memiliki probabilitas lebih tinggi buat dibaca. Kenapa? Karena orang paham dan relate dengan apa yang ditulis.

Kalau mau menulis sesuatu yang kompleks gimana?
Menurutku itu bisa dijelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami menggunakan analogi atau contoh. Atau bahkan meme.

𝟮. 𝗜𝗻𝘁𝗲𝗿𝗮𝗸𝘀𝗶
Namanya juga media sosial ya, pasti adalah tempat untuk kita berinteraksi.

Jadi kalau posting sesuatu, jangan langsung ditinggal ya. Pastikan kita hidupin notifikasi, jadi kalau ada yang komen kita bisa segera respon.

Semakin orang-orang engage dengan postingan kita (dengan nge-like, comment, dan share) semakin tinggi viewernya.

𝟯. 𝗚𝗶𝘃𝗲 𝗚𝗶𝘃𝗲 𝗚𝗶𝘃𝗲... 𝗧𝗮𝗸𝗲
Dalam bersosial media, baiknya kita banyakin memberi daripada menerima.

Kalau dalam contoh yayasan, baiknya kita lebih banyak memberi value, bisa berupa konten entertainment (sesuatu yang bisa dinikmati di waktu luang) atau edukasi kepada audience, daripada meminta donasi.

Ini juga bisa diterapkan dalam akun medsos bisnis.
Karena pada dasarnya, kebanyakan orang Indonesia ga suka dijualin, hehe.
*************************

Mungkin itu dulu yang bisa aku rangkum. Pada dasarnya aku masih belajar. Tapi karena insightnya menarik, jadi aku share :D

Kalau mau liat contoh nyata, bisa cek postingannya mas Esa Dwiyan dan mas Ariaseta Setia Alam ya!

(13/100)

No comments yet. Be the first to comment.

More from this blog