Skip to main content

Inferior Syndrome

Published 2 min readMarkdown

Siapa disini yang pernah kena inferior syndrome? Dianggap orang hebat, tapi sebenarnya diri sendiri merasa minder.

Beberapa tahun yang lalu, setelah lulus dari Universitas di Jepang, aku mengalami inferior syndrome yang lumayan... hebat.
Aku merasa ga bisa apa-apa, ga punya kelebihan, bahkan mengakui kalau aku lulusan Jepang aja malu...

Yah, namanya juga masalah psikologis, biasanya logicnya kalah sama perasaan.

Padahal, kalau dipikir secara logis, sebenarnya semuanya sama : namanya fresh graduate pasti ga tau apa-apa. Dan itu wajar banget.

Entah mau lulusan di dalam negeri, atau diluar negeri, mau kamu lulusan SMK, D3 atau S1 : kalau belum pernah bekerja ya wajar nggak tau apa-apa.

Mungkin karena membandingkan diri sendiri dengan orang lain yang diatas : mereka ketika lulus udah bisa bikin aplikasi/website, atau bisa magang di Top Company, rasanya aku hanyalah... sebutir pasir.

Padahal memiliki inferior syndrome bisa menjegal langkahmu untuk berkembang.

Jadi ga pede, ga berani mengungkapkan pendapat, dan mengambil keputusan.

Lalu, gimana caranya biar bisa lepas dari inferior syndrome?

𝗕𝗲𝗹𝗮𝗷𝗮𝗿
Inferior syndrome disebabkan karena kita merasa ga bisa apa-apa, jadi ya solusinya belajar. Misalnya merasa belum bisa bikin aplikasi, ya belajar cara bikin aplikasi.

Nggak papa pelan-pelan, asal konsisten. Nanti lama kelamaan sampai ke tujuan.
Jangan lupa juga apresiasi setiap proses yang kamu jalani.

𝗕𝗲𝗿𝗵𝗲𝗻𝘁𝗶 𝗺𝗲𝗹𝗶𝗵𝗮𝘁 𝗸𝗲 𝗮𝘁𝗮𝘀
Tapi lihatlah ke samping. Kamu akan menyadari bahwa orang-orang seperti kamu yang mulai juga dari 0 itu banyak, kamu ga sendirian.

Cari inspirasi dari kisah orang lain yang meskipun mereka tadinya ga bisa apa-apa, tapi bisa sukses asal konsisten belajar dan ga mudah menyerah.

𝗕𝗲𝗿𝗵𝗲𝗻𝘁𝗶 𝗺𝗲𝗻𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗼𝗺𝗼𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗹𝗮𝗶𝗻 (𝗙𝗢𝗣𝗢)
Buat yang kesulitan melakukan ini, aku sangat merekomendasikan buku "The Subtle Art of Not Giving A F**k". Dulu aku membaca yang versi bahasa inggris, kurang tau klo yang versi Bahasa Indonesia. Tapi buku ini lumayan mengubah hidup dan mindsetku.

𝗦𝘂𝗽𝗽𝗼𝗿𝘁 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴-𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝘁𝗲𝗿𝗱𝗲𝗸𝗮𝘁 𝗷𝘂𝗴𝗮 𝘀𝗮𝗻𝗴𝗮𝘁 𝗽𝗲𝗻𝘁𝗶𝗻𝗴

Kalau kamu kesulitan untuk meyakinkan dirimu sendiri, minta tolonglah ke orang lain untuk mengatakan kelebihan dan hal positive tentang dirimu.

Bisa jadi, kamu terlalu fokus ke kelebihan orang lain, sehingga tidak bisa melihat kelebihan dirimu sendiri.

𝗟𝗮𝘀𝘁 𝗯𝘂𝘁 𝗻𝗼𝘁 𝗹𝗲𝗮𝘀𝘁: 𝗕𝗲𝗿𝗱𝗼𝗮

Dalam setiap usaha, jangan lupa untuk meminta pertolongan Allah. Termasuk perjuangan untuk sembuh dari Inferior Syndrome.

4 tahun berlalu sejak saat itu, seiring bertambahnya pengalaman dan pengamatan, Alhamdulillah, bisa sembuh dari inferior syndrome.

Kalau kamu punya inferior syndrome dan butuh teman untuk curhat, bisa dm ya (khusus perempuan aja). Semoga bisa jadi teman yang saling support.

(14/100)

No comments yet. Be the first to comment.

More from this blog